Rabu, 15 Februari 2012

Job Grading PT.Ultrajaya bersama Willy & Astri



MANAGING OF PEOPLE
 (PT.ULTRAJAYA)


Sekilas Bisnis Manufaktur
Manufaktur sangat berhubungan erat dengan kegiatan operasi atau produksi yang mana produksi adalah proses penciptaan barang dan jasa. Lebih jauh lagi berkaitan dengan manajemen operasi, yakni berupa kegiatan yang berhubungan dengan proses penciptaan barang dan jasa melalui adanya pengubahan input menjadi output. Dalam perusahaan manufaktur kita dapat melihat jelas aktivitas produksi yang menghasilkan barang.
Hal-hal yang menjadi keputusan penting dalam kegiatan operasi adalah sebagai berikut :
1.    Desain barang dan jasa
2.    Mengelola kualitas
3.    Lokasi
4.    Desain tata letak
5.    Sumber Daya Manusia dan system kerja
6.    Manajemen rantai pasokan (SCM)
7.    Persediaan, perencanaan kebutuhan bahan dan JIT (Just-In-Time)
8.    Penjadwalan jangka pendek dan menengah
9.    Perawatan
  





STRUKTUR ORGANISASI ULTRAJAYA
Struktur Organisasi Head Office :




























Struktur Organisasi Departemen Manufakturing :

















VISI DAN MISI ULTRAJAYA
Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan susu untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia maka ULTRA hadir untuk merefleksikan siapa mereka dan apa yang menjadi dasar-dasar prinsip / nilai yang diyakini.
            Industri peternakan dan  pertanian  pada dasarnya sama dengan industri lainnya, yang bertujuan memberikan pelayanan yang bersifat eksklusif dan persuasif yang dalam konteks Ultrajaya, memberikan pelayanan  / produk  yang dalam aplikasi-aplikasi kehidupan yang sehat dan higienis sesuai dengan standar kesehatan.
 Visi Ultrajaya adalah menjadi Dairy Farm yang tumbuh, berkembang, unggul dan terpercaya dengan berlandaskan Misi berorientasi pada kepuasan pelanggan, senantiasa menjaga mutu produk melalui peningkatan mutu Sumber Daya Manusia serta berperan serta untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, menjadi pendorong ekonomi masyarakat serta sebagai bisnis peternakan yang berwawasan lingkungan.

MISI DEPARTEMEN MANUFAKTURING
  1. Rancangan produk : untuk menjadi yang terdepan dalam kompetensi penelitian dan rekayasa dalam semua wilayah bisnis, merancang, dan menghasilkan barang dengan kualitas istimewa dan melekat pada nilai pelanggan.
  2. Manajemen mutu : Untuk mendapatkan nilai yang istimewa yang sejalan dengan misi perusahaan dan tujuan pemasaran dengan memperhatikan peluang rancangan, perolehan bahan, dan produksi.
  3. Pemilihan lokasi : Untuk mencari, merancang, dan membangun fasilitas yang efisien dan ekonomis yang memberikan nilai tinggi bagi perusahaan, karyawan dan masyarakat.
  4. Rancangan tata letak : Untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produksi yang menunjang lingkungan kerja yang berkualitas melalui keterampilan, tata letak dan metode kerja.
  5. Sumber daya manusia : Untuk memberikan lingkungan kerja yang bekualitas dengan pekerjaan yang dirancang dengan baik, aman, dan memberikan penghargaan, ketenagakerjaan yang stabil, dan pembayaran yang sesuai, sebagai imbalan atas sumbangsih individu karyawan pada semua tingkatan.  

Key Performance Indicator (KPI) :
Dari faktor – faktor yang mendukung keberhasilan Departemen Manufakturing dipilih tiga faktor yang lebih dominan  yaitu :
A.   Evaluasi terhadap hasil kinerja produksi
Indikatornya adalah kemampuan dalam melaksanakan kegiatan produksi sesuai degan rencana.
B.   Anggaran yang tersedia.
Indikatornya adalah Besarnya biaya yang terserap dalam melaksanakan kegiatan produksi.
C.   Ketersediaan dan Kompetensi tenaga / pegawai yang memahami bidang produksi
Indikatornya adalah pengetahuan, ketrampilan dan skill staf produksi.


PROSES BISNIS ULTRAJAYA
Pada pelaksanaannya, proses bisnis ULTRAJAYA terdiri dari beberapa aktivitas berikut ini :
  • Teknik Produksi


Untuk menggambarkan tekad perusahaan terhadap penggunaan teknologi yang paling mutakhir di industri ini,Ultrajaya telah melakukan investasi yang sangat besar dalam sistem pengolahan dan pengemasannya. Pabriknya yang serba otomatis diakui sebagai salah satu mesin pengolahan makanan dan minuman yang paling canggih di Indonesia. Mesin yang paling moderen dan berteknologi canggih ini digunakan untuk memertahankan kesegaran dan nilai gizi dari bahan baku yang sudah terpilih untuk menghasilkan produk berkualitas terbaik bagi konsumen.
Ultrajaya yang pertama kali menggunakan teknologi UHT (Ultra High Temperature) dan pengemasan aseptik di Indonesia untuk memroduksi produk yang dapat disimpan dalam jangka waktu panjang. Pengalamannya di bidang ini telah mencapai lebih dari 3 dekade dan memberikan posisi kuat sebagai pemimpin pasar di industri ini. PT Ultrajaya saat ini merupakan salah satu produsen terbesar produk-produk UHT di Asia Pasifik dengan total kapasitas produksi mencapai lebih dari 100 liter setiap tahun.
 
                                     

Sejak bahan baku mulai diproses secara otomatis hingga produk jadi siap meninggalkan gudang penyimpanan, tidak ada kontak langsung dengan tangan manusia yang menjamin bahwa kondisi higienis tetap dapat dipertahankan selama proses produksi. Yang lebih penting lagi, di pabriknya Ultrajaya melakukan serangkaian uji laboratorium yang lengkap dan ketat mulai dari bahan baku hingga produk jadi, untuk memastikan standar kualitas yang diinginkan – untuk memerbaiki kualitas kesehatan konsumen - dapat dicapai secara konsisten.

  • Prospek dan Pertumbuhan
Industri makanan dan minuman di Indonesia memiliki harapan yang sangat positif. Negara ini memiliki populasi besar dan mengalami pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Meningkatnya daya beli konsumen telah membuat produk-produk makanan menjadi lebih terjangkau oleh masyarakat luas. Sebagai perusahaan makanan dan minuman yang terkemuka di Indonesia, Ultrajaya berada pada posisi yang sangat menguntungkan dengan kondisi tersebut.


             Ultrajaya mengalami kesuksesan terus menerus sebagai hasil dari strategi yang dilakukan agar dapat tumbuh terus dan keragaman produknya yang diterima baik oleh konsumen Indonesia. Dengan keunggulan posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar, peluncuran produk-produk baru untuk mengisi celah pasar yang ada, dan tekad bulat perusahaan terhadap kualitas terbaik, akan memastikan bahwa Ultrajaya dapat meraih pangsa pasar yang lebih besar di Indonesia di masa mendatang.
  • Riset Pengembangan dan Pengawasan Mutu
Sebagai pemimpin pasar, Ultrajaya selalu berusaha untuk tetap berada di baris terdepan untuk kegiatan penelitian, pengembangan dan pengawasan mutu. Melalui penelitian yang berkesinambungan terhadap kebutuhan pasar dan perubahan permintaan konsumen, perusahaan ini telah mengembangkan produk-produk baru yang mampu memertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan cepat dan sebagai hasilnya, perusahaan ini sudah mengembangkan jumlah ragam produknya dari produk tunggal pada tahun 1975 menjadi lebih 60 produk saat ini – yang mana sebagian besar adalah pemimpin pasar.
  
       
           Ultrajaya sangat bertekad penuh akan kualitas produk. Mulai dari bahan baku hingga produk jadi, sistem pengawasan mutu dijalankan dengan ketat, tidak hanya pada produknya saja, tapi juga pada proses produksi dan penyimpanannya. 

        Di samping itu, mengingat sebagian besar konsumen Indonesia beragama Islam, perusahaanpun bertekad bulat memenuhi semua persyaratan kualitas produk Halal. Semua produk Ultrajaya sudah mendapatkan Sertifikat Halal yang resmi dikeluarkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia).










1.    Design Organisasi Bisnis Manufaktur & Proses Bisnis
1.1.Design Organisasi Bisnis Manufaktur
            Kami memilih struktur organisasi Departemen Manufakturing yang didalamnya terdiri dari Plan Manager, Quality Control Head, Production Head, Supervisor dan Worker. Seperti tergambar di bawah ini :















1.2.Proses Bisnis Manfaktur
            Proses bisnis dalam manufaktur berhubungan erat dengan kualitas produk, teknik produksi, pengembangan dan pengawasan, manjemen mutu, serta Supply Chain Management (SCM). 


2.    Kamus Kompetensi
Kompetensi:
Concern For Order
Definisi :
Dorongan dalam diri seseorang untuk memastikan/ mengurangi ketidakpastian khususnya berkaitan dengan penugasan, kualitas, dan ketepatan/ ketelitian data dan informasi di tempat kerja.
LEVEL
PERILAKU
1
Mengecek ulang pekerjaan sendiri. Secara sadar selalu mengecek ulang sendiri akurasi informasi atau pekerjaan sendiri
2
Memonitor pekerjaan orang lain. Memonitor kualitas pekerjaan orang lain, mengecek untuk meyakinkan bahwa prosedur yang berlaku sudah dilaksanakan dengan baik. Atau melakukan pencatatan proses kerja secara detail dan jelas mengenai aktivitas diri sendiri atau orang lain.
3
Memonitor data atau proyek. Memonitor pekerjaan dari suatu proyek terhadap batas waktu. Memonitor data, menemukan kelemahan atau kehilangan data, dan mencari informasi untuk menjaga keteraturan. memberikan perhatian besar terhadap peningkatan keteraturan di suatu sistem.

Kompetensi:
Keahlian Teknikal / EXPERTISE
Definisi :
Penguasaan bidang pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan( dapat teknik, manajerial maupun profesional), dan motivasi untuk menggunakan, mengembangkan dan membagikan pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan kepada orang lain.
LEVEL
PERILAKU
1
Berketerampilan dasar. Memiliki variasi tugas yang bertipe berurutan, memerlukan latihan beberapa minggu untuk menguasainya, misalnya pekerjaan pembukuan sederhana, pekerja semi terampil dan lainnya.
2
Berketerampilan tinggi. Mengerjakan tugas yang komplek dan beragam, membutuhkan perencanaan yang teliti untuk mendapatkan hasil yang baik, biasanya membutuhkan pendidikan tertentu yang dilengkapi dengan praktek/ latihan lapangan, biasanya dengan masa pendidikan 2 - 4 tahun.
3
Profesional dasar. Mampu memberikan pengaturan dan pelayanan profesional kepada pihak lain. Biasanya membutuhkan pendidikan formal seperti kuliah atau gelar keprofesionalan lainnya atau berdasarkan pengalaman yang dimiliki.



Kompetensi:
Kemampuan mengarahkan dan memberi perintah (DIRECTIVENESS)
Definisi :
Kemampuan memerintah dan mengarahkan orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai posisi dan kewenangannya.
LEVEL
PERILAKU
1
Tidak memberi perintah. Atau tidak memberikan pengarahan.
2
Menjelaskan perintah dan pengarahan rutin. Memberikan penjelasan yang cukup, membuat kebutuhan apa yang diminta secara jelas.
3
Menuntut prestasi / performansi yang tinggi. Mematok standar hasil kerja secara seragam untuk mendapatkan performa, kualitas, atau menggunakan sumber daya dengan baik.
Kompetensi:
Dampak dan pengaruh (Impact and Influence)
Definisi :
Tindakan membujuk, meyakinkan, dan mempengaruhi orang lain sehingga mau mendukung rencana kita.
LEVEL
PERILAKU
1
Menyatakan keinginannya tetapi tidak melakukan tindakan yang spesifik. Menyatakan keinginannya untuk melihat adanya suatu pengaruh atau dampak tertentu yang dapat menghasilkan efek atau pengaruh terhadap reputasi, status dan penampilan.
2
Melakukan suatu tindakan persuasif. Tidak berusaha melakukan tindakan khusus untuk meningkatkan ketertarikan orang lain terhadap ide yang disampaikan. Meyakinkan orang lain dengan langkah persuasif langsung dalam suatu diskusi atau presentasi.  Contoh: Demonstrasi, Presentasi.
3
Melakukan 2 tahap dalam mempengaruhi orang lain. Dimana setiap langkah disesuaikan dengan orang yang berbeda atau direncanakan untuk menimbulkan efek tertentu atau mengantisipasi dan mempersiapkan diri untuk menghadapi reaksi orang lain.




3.    Job Description
DEPARTEMEN       : MANUFAKTURING
JOB                            : PLAN MANAGER
REPORT TO             : MANUFACTURING HEAD
SUBORDINATE       :
FUNCTION               : Seorang manajer operasional bertanggung jawab dalam :
1. Desain barang dan jasa
Keputusan ini menyangkut sebagian besar proses transformasi yang akan dilakukan, dengan kata lain keputusan operasional berikutnya tergantung pada keputusan desain barang dan jasa.

2. Manajemen Kualitas
Kualitas yang diinginkan konsumen harus ditetapkan, sehingga aturan maupun prosedur untuk mengenali dan memenuhi kualitas tersebut dapat dibakukan.

3. Desain proses dan kapasitas.
Menentukan proses yang akan digunakan dalam kegiatan operasional dan kapasitas yang akan digunakan merupakan hal penting dalam manajemen operasional karena berkaitan dengan berbagai hal
.
4. Strategi lokasi
Lokasi yang dipilih untuk melakukan kegiatan operasional perusahaan baik yang bergerak di sector barang maupun jasa akan sangat menentukan prestasi perusahaan
.
5. Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management)
Keputusan ini menjelaskan apa yang akan pentingnya integrasi antara perusahaan itu sendiri dengan pihak supplier maupun distributor karena adanya interdependensi.

6. Manajemen Persediaan
Keputusan ini penting untuk dipahami karena persediaan yang tepat akan
menentukan efisiensi dan efektifitas perusahaan.

7. Penjadwalan
Keputusan tentang jadwal operasional merupakan hal kritis yang harus benar-benar dimengerti karena sangat menentukan sekali bagi perusahaan.

8. Pemeliharaan
Keputusan yang dibuat harus dengan system yang handal dan stabil.




DIVISI                         :   PRODUCTION
JOB                            :   PRODUCTION HEAD
REPORT TO             :   Plan Manager
SUBORDINATE   : Mampu mengkoordinir dan mengarahkan orang-orang yang berada dalam proses produksi agar bekerja sesuai dengan instruksi dan rencana perusahaan.
FUNCTION                     :    
Manajer produk bertanggung  jawab terhadap seluruh produk yang menjadi tanggung jawabnya adalah Manajer produk membuat marketing plan untuk setiap produk yang menjadi tanggung jawabnya ;  membuat laporan tentang pelaksanaan marketing plan serta membuat analisa dan evaluasi produk yang menjadi tanggung jawabnya.

DIVISI                         : QUALITY CONTROL
JOB                            : QUALITY CONTROL MANAGER
REPORT TO             : Plan Manager
SUBORDINATE       :          
FUNCTION   : Manajer Mutu (Quality Manager) mempunyai pandangan yang luas mengenai konsep statistic untuk dapat melakukan pengawasan semua asprk operasional karena kualitas merupakan tanggung jaewab secara bersama diantara semua pihak yang terlibat dalam perusahaan terutama fungsi operasional. Quality Control bertugas untuk memastikan produk yang dihasilkan oleh Divisi Manufacturing telah sesuai dengan kualitas standar produk yang telah ditetapkan oleh perusahaan.





DIVISI                         : PRODUCTION & QUALITY CONTROL
JOB                            : SUPERVISOR
REPORT TO             : MANAJER PRODUKSI & MANAJER KUALITASS
SUBORDINATE      : Membuat schedule produksi, merencanakan dan mengendalikan proses produksi berdasarkan instruksi kerja yang telah ditetapkan.
FUNCTION   :          
1. Bertanggung jawab dalam melakukan supervisi langsung terhadap kepala regu yang dibawahinya (serta mampu mensupervisi secara tidak langsung semua karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya), hal ini termasuk dalam memberikan bimbingan/pelatihan kepada anak buah guna mencapai tingkat batas minimum kemampuan yang diperlukan bagi teamnya dan mendisiplinkan anak buahnya sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku di perusahaan
.
2. Bertanggung jawab dalam mencapai tingkat kuantitas (output), kualitas dan schedule produksi serta tingkat utilisasi mesin produkssi yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.
3. Bertanggung jawab dalam pemenuhan standard kualitas hasil produksi sesuai dengan tingkat kebutuhan customer & schedule pengiriman hasil produksi sesuai PPIC schedule.
4. Bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan standard kebersihan lingkungan kerja (keteraturan/kerapihan lingkungan kerja).
5. Bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi dan membina kerja sama team yang solid.
6. Bertanggung jawab dalam membuat laporan secara berkala kepada atasannya atas hasil kerjanya beserta analisa permasalahannya, tindakan–tindakan perbaikan atas permasalahan tersebut serta batas waktu estimasi penyelesaian masalah–masalah tersebut secara singkat , padat dan konkrit.


DIVISI                         : PRODUCTION
JOB                            : WORKER
REPORT TO             : supervisor
SUBORDINATE         : melaksanakan instruksi instruksi teknical dalam upaya menciptakan  proses perubahaan input menjadi output sesuai dengan standar perusahaan.
FUNCTION   : Bertanggung jawab kepada supervisor dalam upaya mencapai tingkat kuantitas tertentu sesuai dengan kesepakatan ; Output yang dihasilkan memenuhi standar kualitas tertentu dan meminimalkan produk reject /cacat serta senantiasa menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan kerja.

4.    Job Evaluation
Penilaian (evaluasi) jabatan adalah suatu proses yang sistematis dan teratur tentang pengukuran nilai relative suatu jabatan dalam suatu perusahaan. American Institute Engineers mengatakan bahwa penilaian jabatan adalah suatu prosedur penilaian (rating), pembandingan (comparing), dan pengurutan (ranking) dari bermacam – macam jabatan sesuai dengan criteria pembandingan untuk menentukan dasar pembayaran upah.

4.1.Penentuan Faktor Jabatan
                        Penentuan faktor jabatan dilakukan dengan cara mencari hal-hal yang paling dominan dan wajib melekat pada suatu jabatan.
PENENTUAN FAKTOR JABATAN

Jabatan : Plan Manager
NO
Faktor Jabatan
1
Tanggung Jawab
2
Kompleksitas
3
Pengetahuan
4
Keterampilan

FAKTOR PENILAIAN PROFILING
NO
Faktor Jabatan
Nilai Peringkat
Skor
Bobot (%)
Peringkat
1
2
3
1
Tanggung Jawab
1
3
6
25
26.88
1
2
Kompleksitas
2
3
5
23
24.73
3
3
Pengetahuan
1
4
5
24
25.81
2
4
Keterampilan
2
5
3
21
22.58
4
          Jumlah
93
100

BOBOT TINGKATAN JENIS FAKTOR
NO
Faktor Jabatan
Bobot
Nilai Peringkat
Interval

1
2
3
1
Tanggung Jawab
26.9
26.88
147.84
268.8
120.96
2
Kompleksitas
24.7
24.73
136.02
247.3
111.29
3
Pengetahuan
25.8
25.81
141.96
258.1
116.15
4
Keterampilan
22.6
22.58
124.19
225.8
101.61

PENENTUAN FAKTOR JABATAN

Jabatan : Quality Control Head
NO
Faktor Jabatan
1
Tanggung Jawab
2
Kompleksitas
3
Pengetahuan
4
Keterampilan

FAKTOR PENILAIAN PROFILING
Faktor Jabatan
Nilai Peringkat



NO
1
2
3
Skor
Bobot (%)
Peringkat
1
Tanggung Jawab
1
4
5
24
25.8
2
2
Kompleksitas
2
4
4
22
23.66
3
3
Pengetahuan
0
4
6
26
27.96
1
4
Keterampilan
3
3
4
21
22.58
4
          Jumlah
93
100

BOBOT TINGKATAN JENIS FAKTOR
NO
Faktor Jabatan
Bobot
Nilai Peringkat
Interval

1
2
3
1
Tanggung Jawab
25.8
25.8
141.9
258
116.1
2
Kompleksitas
23.7
23.66
130.13
236.6
106.47
3
Pengetahuan
28
27.96
153.78
279.6
125.82
4
Keterampilan
22.6
22.58
124.19
225.8
101.61


PENENTUAN FAKTOR JABATAN

Jabatan : Production Head
NO
Faktor Jabatan
1
Tanggung Jawab
2
Kompleksitas
3
Pengetahuan
4
Keterampilan

FAKTOR PENILAIAN PROFILING

Faktor Jabatan
Nilai Peringkat



NO
1
2
3
Skor
Bobot (%)
Peringkat
1
Tanggung Jawab
0
3
7
27
28.42
1
2
Kompleksitas
3
3
4
21
22.1
4
3
Pengetahuan
3
2
5
22
23.16
3
4
Keterampilan
1
3
6
25
26.32
2
          Jumlah
95
100

BOBOT TINGKATAN JENIS FAKTOR
NO
Faktor Jabatan
Bobot
Nilai Peringkat
Interval

1
2
3
1
Tanggung Jawab
28.4
28.42
156.31
284.2
127.89
2
Kompleksitas
22.1
22.1
121.55
221
99.45
3
Pengetahuan
23.2
23.16
127.38
231.6
104.22
4
Keterampilan
26.3
26.32
144.76
263.2
118.44


PENENTUAN FAKTOR JABATAN

Jabatan : Supervisor
NO
Faktor Jabatan
1
Tanggung Jawab
2
Kompleksitas
3
Pengetahuan
4
Keterampilan

FAKTOR PENILAIAN PROFILING
Faktor Jabatan
Nilai Peringkat



NO
1
2
3
Skor
Bobot (%)
Peringkat
1
Tanggung Jawab
4
2
4
20
22.47
4
2
Kompleksitas
2
4
4
22
24.72
3
3
Pengetahuan
2
2
6
24
26.97
1
4
Keterampilan
2
3
5
23
25.84
2
          Jumlah
89
100

BOBOT TINGKATAN JENIS FAKTOR
NO
Faktor Jabatan
Bobot
Nilai Peringkat
Interval

1
2
3
1
Tanggung Jawab
22.5
22.47
123.59
224.7
101.12
2
Kompleksitas
24.7
24.72
135.96
247.2
111.24
3
Pengetahuan
27
26.97
148.34
269.7
121.37
4
Keterampilan
25.8
25.84
142.12
258.4
116.28












PENENTUAN FAKTOR JABATAN

Jabatan : Worker
NO
Faktor Jabatan
1
Tanggung Jawab
2
Kompleksitas
3
Pengetahuan
4
Keterampilan

FAKTOR PENILAIAN PROFILING


Nilai Peringkat



NO
Faktor Jabatan
1
2
3
Skor
Bobot (%)
Peringkat
1
Tanggung Jawab
4
2
4
20
22.47
4
2
Kompleksitas
2
4
4
22
24.72
3
3
Pengetahuan
2
3
5
23
25.84
2
4
Keterampilan
2
2
6
24
26.97
1
          Jumlah
89
100


BOBOT TINGKATAN JENIS FAKTOR
NO
Faktor Jabatan
Bobot
Nilai Peringkat
Interval

1
2
3
1
Tanggung Jawab
22.5
22.47
123.59
224.7
101.12
2
Kompleksitas
24.7
24.72
135.96
247.2
111.24
3
Pengetahuan
25.8
25.84
142.12
258.4
116.28
4
Keterampilan
27
26.97
148.34
269.7
121.37







HASIL PERHITUNGAN PENENTUAN BOBOT
No
Jabatan
Tanggung jawab
Nilai
Kompleksitas
Nilai
Pengetahuan
Nilai
Keterampilan
Nilai
Total Nilai
Tk. Jabatan

1
Plan Manager
3
268.8
3
247.3
3
258.1
2
124.19
898.39
14/b
2
Quality control head
3
258
2
130.13
3
279.6
2
124.19
791.92
12/ c
3
Production Head
3
284.2
2
121.55
3
231.6
2
144.76
782.11
12/ b
4
Supervisor
2
123.59
3
247.2
2
148.34
3
258.4
777.53
12/ b
5
Worker
1
22.47
1
24.72
2
142.12
3
269.7
459.01
6/ d



Tabel Penentuan Tingkat / Grade Jabatan dan Level Jabatan
Tk. Jabatan
Nilai
Nilai Jabatan /level setiap tingkat
Min
Maks
A
b
c
d
e
1
100
160
100
115
130
145
160
2
160.01
220
160.01
175.01
190.01
205.01
220
3
220.01
280
220.01
235.01
250.01
265.01
280
4
280.01
340
280.01
295.01
310.01
325.01
340
5
340.01
400
340.01
355.01
370.01
385.01
400
6
400.01
460
400.01
415.01
430.01
445.01
460
7
460.01
520
460.01
475.01
490.01
505.01
520
8
520.01
580
520.01
535.01
550.01
565.01
580
9
580.01
640
580.01
595.01
610.01
625.01
640
10
640.01
700
640.01
655.01
670.01
685.01
700
11
700.01
760
700.01
715.01
730.01
745.01
760
12
760.01
820
760.01
775.01
790.01
805.01
820
13
820.01
880
820.01
835.01
850.01
865.01
880
14
880.01
940
880.01
895.01
910.01
925.01
940
15
940.01
1000
940.01
955.01
970.01
985.01
1000





















5.    Training Need Analysis (TNA)

TRAINING NEED ANALYSIS (TNA)

Training Need Analysis (TNA) adalah suatu usaha yang berencana dan sistematis untuk mempermudah penguasaan kecakapan, pengetahuan, sikap dan perilaku yang sesuai dengan tuntutan jabatan.



No.
Jabatan
Training
Materi
Evaluasi

1.

Plan Manager
Leadership
- kepemimpinan yang efektif



- menyeimbangkan antara investasi
 1 tahun


  dengan produksi



- Tolak ukur keberhasilan Departemen Manufakturing


Managerial
- Perencanaan Aggregat



- Perencanaan strategis & taktis


2.

Production Head
Produksi
- Memahami fungsi utama dari Departemen Manufakturing



- pengorganisasian divisi produksi secara efektif & efisien


Penjadwalan
- Sasaran Penjadwalan



- Ukuran Keberhasilan Penjadwalan



- Sequencing
 1 tahun


- Langkah-langkah Menyusun Penjadwalan Produksi.


Pengendalian Persediaan
- Macam-macam Persediaan



- Fungsi Persediaan



- Manajemen Persediaan



- Model Economic Order Quantity



3.

Quality Control Head
Kualitas
- Definisi Kualitas dan pentingnya Kualitas
 1 tahun


- Langkah-langkah untuk Menjaga Kualitas


Pemeliharaan
- Hasil akhir Kegiatan Pemeliharaan



- Langkah-langkah Perencanaan Pemeliharaan


Product Knowledge
- komposisi produk



- manfaat produk






4.
Supervisor
Managerial
-    Mengawasi secara langsung kegiatan operasional perusahaan sehari – hari
-    Memimpin dan mengurus kegiatan pekerja di level non managerial
 6 bulan









5.
Worker
Product Knowledge
- komposisi produk
- Sistem keamanan bekerja
- Training technical skill
 6 bulan
















PERFORMANCE APPRAISAL
“DEPARTEMEN MANUFAKTURING – ULTRAJAYA”
Periode 2009 - 2010


Identifikasi Jabatan


Nama   : Plan Manager
Divisi    :  Manufakturing

Faktor – factor yang dinilai berdasarkan kompetensi :


  1. Decision making
  2. Pengetahuan pekerjaan
  3. Conseptual skill
  4. Managerial skill
  5. Leadership
  6. Komunikasi
  7. Teamwork
  8. Analytical skill

Faktor – factor yang dinilai berdasarkan proses kerja :


  1. Bertanggung jawab atas aktivitas yang terjadi pada departemen manufacturing
  2. Bertanggung jawab atas kegiatan divisi production & quality control
  3. Ketepatan antara rencana yang telah dibuat dengan actual
  4. Membuat perencanaan strategic dan taktis untuk departemen manufacturing
  5. Mengorganisasikan sumber – sumber daya pada departemen manufacturing
  6. Memberikan pengarahan secara langsung kepada production & quality control head
  7. Mengevaluasi perencanaan yang telah dibuat

Faktor – factor yang dinilai berdasarkan kondite :


  1. Surat teguran
  2. Jumlah keterlambatan
  3. Jumlah pulang cepat
  4. Jumlah izin
  5. Jumlah mangkir




6.    Penilaian Kinerja di PT. Ultrajaya

  1. Menentukan Strata / klasifikasi pegawai/ jabatan
No
Jabatan
Strata
1
Plan Manager
1
2
Production Head & Quality Control Head
2
3
Supervisor dan Worker
3

  1. Proses dari manajemen kinerja
    1. Performance Planing
Melakukan Identifikasi bersama mengenai kinerja yang diharapkan dari pegawai dan mendapat komitmen dari pegawai untuk mencapai target yang diharapkan.
    1. Coaching
Memberi umpan balik dan dukungan untuk mencapai kinerja yang diharapkan, dalam proses ini seorang atasan memberikan dorongan yang berkesinambungan agar pegawai berkinerja di jalur yang benar dan dapat meningkatkan kinerjanya.
    1. Performance review
Melakukan Identifikasi terhadap kinerja yang akan diharapkan dan komitmen pegawai untuk mencapai target yang telah ditentukan. Kemudian mengadakan perbandingan antara kinerja aktual dan kinerja yang diharapkan, seperti contoh : Menentukan Nilai Kinerja Pegawai







                 NKP : KPI x Bobot KPI + Kompetensi x Bobot Kompetensi
No
Kriteria Nilai
Peringkat
NKP yang akan di cari
1
Istimewa
A   : 3,2 £ 4

2
Baik Sekali
BS : 2,4 £ 3,1

3
Baik
B   : 2,3 £ 1,6

4
Cukup
C   : 1,5 £ 0,8

5
Kurang
D   :  £ 0,7


  1. Menganalisis uraian tugas dan menjumlah target-target pencapaian kinerja.
a.    Dari 3 faktor yang telah ditentukan, dipilih salah satu sasaran kerja yaitu Evaluasi terhadap hasil kegiatan Produksi.
Indikatornya adalah kemampuan dalam melaksanakan kegiatan produksi sesuai dengan rencana.
No
Sasaran Kerja Individu
(KPI)
Bobot
Nilai
Bobot x Nilai
1
Kemampuan menggunakan alat
30%
=100% : 30% = 2,5
= 40% x2,5 = 1
2
Kecepatan dan ketepatan kerja
45%
=100% : 45% = 2,9
= 35% x2,9 = 1
3
Kemampuan dalam menghandel kegiatan produksi sesuai rencana
25%
=100% : 25% = 4
= 25% x 4 = 1

Jumlah
100%

3 = Baik Sekali

      Jadi Nilai kinerja pegawai (NKP) yang telah dihitung ada pada kriteria baik sekali
No
Kriteria Nilai
Peringkat
NKP
1
Istimewa
A   : 3,2 £ 4

2
Baik Sekali
BS : 2,4 £ 3,1
3
3
Baik
B   : 2,3 £ 1,6

4
Cukup
C   : 1,5 £ 0,8

5
Kurang
D   :  £ 0,7


  1. Penilaian Kompetensi
Tahapan penilaian kompetensi yaitu :
    1. Menentukan penilaian / pengarah, Penilaian kompetensi pegawai dengan menggunakan multi rater 3600 yaitu penilaian seseorang pegawai, dimana penilai terdiri dari atasan langsung, bawahan, rekan kerja dan diri sendiri.

    1. Menentukan bobot penilai :
1. Atasan Langsung                                                : 40 %
2. Rekan Kerja                                             : 30 %
3. Bawahan                                                  : 20 %
4. Diri sendri / pegawai yang akan dinilai           : 10 %
    1. Menentukan level jabatan yang akan diukur, sesuai dengan jabatannya yaitu Kepala bagian produksi.

    1. Membuat pertanyaan yang sesuai uraian jabatannya, dimana seorang menejer / kepala sub bagian harus mempunyai kemampuan :
1.    Kemampuan merencanakan dan mengimplementasikan
2.    Kemampuan melayani
3.    Kemampuan memimpin
4.    Kemampuan mengelola
5.    Kemampuan berfikir (cognitive)
6.    Kemampuan bersikap dewasa

Penilaian Kompetensi
Jabatan : Plan Manager
1.    Concern For Order

Penilai
Bobot Penilai %
No soal
Level Jabatan
Nilai
Gap Kompetensi (4-5)
Nilai GK (4-6)
Nilai Akhir (7*2)
1
2
3
4
5
6
7
8
1
40
1
4
4
0
4
1.6
2
30
1
4
3
1
3
0.9
3
20
1
4
3
1
3
0.6
4
10
1
4
5
-1
5
0.5

3.6
            Nilai akhir 3.6 ~ 4

2.    Keahlian Teknikal / EXPERTISE

Penilai
Bobot Penilai %
No soal
Level Jabatan
Nilai
Gap Kompetensi (4-5)
Nilai GK (4-6)
Nilai Akhir (7*2)
1
2
3
4
5
6
7
8
1
40
1
4
4
0
4
1.6
2
30
1
4
4
0
4
0.2
3
20
1
4
4
0
4
0.8
4
10
1
4
5
-1
5
0.5

4.1
Nilai akhir 4.1 ~ 4


3.    Kemampuan mengarahkan dan memberi perintah (DIRECTIVENESS)

Penilai
Bobot Penilai %
No soal
Level Jabatan
Nilai
Gap Kompetensi (4-5)
Nilai GK (4-6)
Nilai Akhir (7*2)
1
2
3
4
5
6
7
8
1
40
1
4
3
1
3
1.2
2
30
1
4
3
1
3
0.9
3
20
1
4
2
2
2
0.4
4
10
1
4
8
-4
8
0.8

3.3
Nilai akhir 3.3 ~ 3

4.    Dampak dan pengaruh (Impact and Influence)

Penilai
Bobot Penilai %
No soal
Level Jabatan
Nilai
Gap Kompetensi (4-5)
Nilai GK (4-6)
Nilai Akhir (7*2)
1
2
3
4
5
6
7
8
1
40
1
4
6
-2
6
2.4
2
30
1
4
3
1
3
0.9
3
20
1
4
3
1
3
0.6
4
10
1
4
5
-1
5
0.5

4.4
Nilai akhir 4.4 ~ 4




Dari data tersebut di atas, dapat  diketahui :
-     Concern For Order diperoleh nilai 3,6 yang dibulatkan menjadi 4,  yang berarti perilaku pemegang jabatan memiliki kemampuan memonitor dengan baik.
-       Keahlian Teknikal / EXPERTISE diperoleh nilai 4,1 yang dibulatkan menjadi 4,  yang berarti pemegang jabatan berketerampilan tinggi.
-       Kemampuan mengarahkan dan memberi perintah (DIRECTIVENESS) memperoleh nilai 3,3 yang dibulatkan menjadi 3, yang berarti pemegang jabatan memiliki performa baik dan berbicara lugas
-       Dampak dan pengaruh (Impact and Influence) memperoleh nilai 4.4 yang dibulatkan menjadi  4, yang berarti melakukan 2 tindakan persuasive yang mempengaruhi dan dapat menyesuaikan diri dengan tindakan sesorang.


7.    Menyusun Sistem Remunerasi
Kompensasi adalah segala bentuk imbalan financial dan non finansial yang diterima pegawai sebagai bahan adanya hubungan kerja dari perusahaan/instansi.
Elemen –elemen dalam penentuan kompensasi pada PT. Ultrajaya terdiri dari :
Ø  Struktur kompensasi
o   Komponen dasar penggajian (instrumen MSDM)
Ø  Strategi pembayaran
o   Frekuensi pembayaran
o   Ketertarikan dengan prestasi (memotivasi)
Ø  Nilai total “take home pay
o   Daya tarik perusahaan (eksternal)
o   Kemampuan perusahaan (tergantung jenis usaha)
Di PT. Ultrajaya kompensasi terdiri dari dua jenis yaitu kompensasi langsung (direct) dan kompensasi tidak langsung (indirect). Yang termasuk kedalam kompensasi langsung (direct) diantaranya adalah sebagai berikut :
§  Base Pay
§  Incentives
§  Living cost adjustment
Sedangkan yang termasuk kedalam kompensasi tidak langsung adalah :
·         Protection program
·         Reimbursed time away from work
·         Employee services and perquisites
Untuk mengetahui komponen dalam kompensasi seorang karyawan biasanya ditentukan terlebih dahulu gaji dasarnya. Gaji dasar mengandung beberapa pengertian sebagai berikut:
1.    Gaji dasar adalah pengahsilan yang diberikan atas pekerjaan / posisi seseorang.
2.    Diberikan atas dasar hasil kerja,waktu kerja, kemampuan kerja (pengetahuan dan keterampilan, kompetensi atau masa kerja.
3.    Sebagai dasar referensi komponen lain dan kenaikan berkala (penyesuaian)
4.    Besarnya biasanya tidak turun

1 komentar:

cara bagudung mengatakan...

mas minta file nya dong,, gambar d blognya mas gk nampak
kirim ke email saya ya kalau bisa :)
gabrielirfan02@gmail.com

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Blogholic